Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 79

Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.

Irab Surat AnNisa ayat 79

Ayat ini memberikan klarifikasi mendasar mengenai asal-usul kebaikan (ḥasanah) dan keburukan (sayyi'ah) yang menimpa manusia, melanjutkan bantahan terhadap klaim orang munafik di ayat sebelumnya (4:78).

🧐 Analisis I'rāb (Gramatikal)

I. Bagian Pertama: Asal Usul Kebaikan

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

مَا ()

Ism Syarṭ Jāzim (Kata Syarat yang Menjazmkan)

Mubtada' (Subjek) pada posisi raf'. Artinya: "apa pun yang."

أَصَابَكَ (Aṣābaka)

Fi'l Māḍī

Fi'l Syarṭ (Kata Kerja Syarat) pada posisi jazm (secara kedudukan). Kāf (ك) adalah Maf'ūl bih.

مِنْ حَسَنَةٍ (Min ḥasanatin)

Min (Jārr Zā'idah) dan Ḥasanatin

Ḥasanatin adalah Tamyīz atau Badal dari pada posisi naṣb (secara kedudukan), tetapi majrūr secara lafaz.

فَ (Fa)

Fā' al-Jawāb (Fā' Jawaban Syarat)

Mengikat Jawaban Syarat karena berupa kalimat nominal.

مِنَ اللَّهِ (Mina Allāhī)

Jārr wa Majrūr

Khabar dari Mubtada' yang dihilangkan (hiya/faḍlun) atau Khabar dari (secara kedudukan). Berada pada posisi raf' (secara kedudukan). Jawāb Syarṭ.



II. Bagian Kedua: Asal Usul Keburukan

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

وَ (Wa)

Wāw al-'Aṭf

Menghubungkan kalimat.

مَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ (Wa mā aṣābaka min sayyi'atin)

'Aṭaf

Struktur yang sama dengan kalimat pertama. Sayyi'atin (keburukan) di-jarr-kan oleh Min Zā'idah.

فَ (Fa)

Fā' al-Jawāb

مِنْ نَفْسِكَ (Min nafsika)

Jārr wa Majrūr

Jawāb Syarṭ. Khabar dari Mubtada' yang dihilangkan (hiya). Artinya: "maka dari dirimu sendiri." Kāf (ك) adalah Muḍāf Ilaih.

III. Bagian Ketiga: Kedudukan Nabi Muhammad

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

وَأَرْسَلْنَاكَ (Wa arsalnāka)

Wāw Isti'nāfiyyah dan Fi'l Māḍī

Arsalnā (Kami utus) adalah Fi'l Māḍī. (نا) adalah Fā'il. Kāf (ك) adalah Maf'ūl bih Awwal.

لِلنَّاسِ (Lil-nāsi)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq (terkait) dengan Arsalnāka.

رَسُولًا (Rasūlan)

Maf'ūl bih Ṡānī (Objek Kedua) atau Ḥāl Mu'akkidah

Manṣūb. Lebih kuat sebagai Maf'ūl bih ānī karena Arsala bisa berobjek dua (Arsalnāka li an takūna Rasūlan).

وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا (Wa kafā billāhi šahīdan)

'Aṭaf Isti'nāfiyyah

Struktur Kafā bi... yang menunjukkan kecukupan (dijelaskan rinci di ayat 70).

بِاللَّهِ (Bi Allāhī)

Bā' (Zā'idah) dan Allāhī (Fā'il secara makna)

شَهِيدًا (Šahīdan)

Tamyīz (Penjelas/Pembeda)

Manṣūb. Artinya: "sebagai saksi."


🔑 Poin Utama I'rāb Ayat

  1. Hukum Syarat Ganda (Mā... Fa...): Ayat ini menggunakan dua kalimat syarat-jawaban (مَا أَصَابَكَ فَمِنَ اللَّهِ dan وَمَا أَصَابَكَ فَمِنْ نَفْسِكَ) untuk membedakan asal-usul takdir (yang dijelaskan di ayat 78) dari usaha dan pilihan manusia (kasab).

  2. Asal Kebaikan: مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ. Kebaikan (kesuksesan, petunjuk, anugerah) adalah murni karunia (فَضْل) dari Allah.

  3. Asal Keburukan: وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ. Keburukan (kesulitan, musibah, kesesatan) adalah akibat dari pilihan dan perbuatan (kasab) manusia itu sendiri (dosa, kesalahan, kelalaian), meskipun ia terjadi atas izin Allah (seperti ditegaskan di ayat 78: كُلٌّ مِّنْ عِندِ اللَّهِ). Ini adalah prinsip Tawḥīd al-Af'āl (Keesaan Perbuatan Allah) yang disandingkan dengan Mas'ūliyyat al-Insān (Tanggung Jawab Manusia).

  4. Maf'ūl bih Ṡānī (Rasūlan): رَسُولًا (sebagai Rasul) adalah objek kedua dari Arsalnāka (Kami utus engkau) yang menjelaskan fungsi utusan tersebut.

  5. Kecukupan Saksi (Kafā bi Allāhi Šahīdan): Penutup ayat menegaskan kembali bahwa Allah Maha Cukup sebagai Saksi atas tugas kerasulan Nabi Muhammad , baik dalam menyampaikan risalah (bahwa semua dari Allah) maupun dalam kebenaran hukum-hukum-Nya.