Ayat
ini adalah Kabar Gembira (Basyārah) bagi
golongan Mustad'afīn (orang-orang lemah) yang
disebutkan di ayat 98. Allah menegaskan bahwa mereka yang
benar-benar tidak mampu berhijrah akan mendapatkan pemaafan-Nya.
🧐
Analisis
I'rāb (Gramatikal)
I.
Bagian Pertama: Harapan & Janji Allah
فَأُولَٰئِكَ
عَسَى اللَّهُ أَن يَعْفُوَ عَنْهُمْ
Kata
|
I'rāb
(Kedudukan Gramatikal)
|
Keterangan/Status
|
فَ
(Fa)
|
Fā'
Rābiṭah atau Sababiyyah
|
Menghubungkan
sebab (kelemahan di ayat 98) dengan akibat (pemaafan di ayat
99). "Maka mereka itulah..."
|
أُولَٰئِكَ
(Ulā'ika)
|
Ism
Isyārah
|
Mubtada' (Subjek).
Menunjuk kepada kaum yang lemah (Mustad'afīn).
|
عَسَى
(Asā)
|
Fi'l
Māḍī Jāmid (Af'ālur Rajā')
|
Kata
kerja yang bermakna "harapan". Beramal
seperti Kāna (merafa'kan isim, menashabkan
khabar).
|
اللَّهُ
(Allāhu)
|
Lafẓul
Jalālah
|
Ism
'Asā (Subjek 'Asa). Marfū' dengan
ḍammah.
|
أَن
(An)
|
Maṣdariyyah
wa Naṣib
|
Huruf
penashab.
|
يَعْفُوَ
(Ya'fuwa)
|
Fi'l
Muḍāri'
|
Manṣūb oleh An.
PENTING: Tanda
Naṣab-nya adalah Fatḥah Ẓāhirah (terlihat
jelas) di atas huruf Waw, karena Waw ringan menerima harakat
fathah. Fā'il-nya Huwa (Allah).
|
(Masdar
Mu'awwal)
|
An
+ Ya'fuwa
|
Gabungan
ini menempati posisi Naṣb sebagai Khabar
'Asā.
Takdirnya: 'Asallāhu
'Afwan 'anhum (Semoga Allah memberi ampunan...).
|
(Kalimat
'Asā...)
|
Jumlah
Fi'liyyah
|
Seluruh
kalimat 'Asallāhu... berkedudukan
sebagai Khabar dari Mubtada' (Ulā'ika).
|
عَنْهُمْ
('Anhum)
|
Jārr
wa Majrūr
|
Terkait
(Muta'alliq) dengan Ya'fuwa.
|
II.
Bagian Kedua: Penutup (Sifat Pemaaf Allah)
وَكَانَ
اللَّهُ عَفُوًّا غَفُورًا
Kata
|
I'rāb
(Kedudukan Gramatikal)
|
Keterangan/Status
|
وَ
(Wa)
|
Wāw
Isti'nāfiyyah
|
Kalimat
baru/penutup.
|
كَانَ
(Kāna)
|
Fi'l
Māḍī Nāqiṣ
|
Menunjukkan
sifat abadi.
|
اللَّهُ
(Allāhu)
|
Ism
Kāna
|
Marfū'.
|
عَفُوًّا
('Afuwwan)
|
Khabar
Kāna 1
|
Manṣūb.
Artinya: "Maha Pemaaf (Menghapus jejak dosa)."
|
غَفُورًا
(Ghafūran)
|
Khabar
Kāna 2
|
Manṣūb.
Artinya: "Maha Pengampun (Menutupi dosa)."
|
🔑
Poin
Utama I'rāb Ayat
Makna
"Asā" (عَسَى)
dalam Konteks Allah: Secara
bahasa, 'Asā bermakna
"Semoga/Barangkali" (Rajā').
Namun,
kaidah tafsir yang masyhur dari Ibnu Abbas ra.
menyatakan: "Kata 'Asā dalam Al-Qur'an jika
disandarkan kepada Allah, maknanya adalah Wajib (Pasti)."
Jadi, 'Asallāhu
an ya'fuwa bukan berarti Allah ragu-ragu, melainkan
sebuah janji pasti bahwa golongan yang
benar-benar lemah ini (tidak hijrah karena terpaksa) pasti
dimaafkan.
I'rab
Fi'il Mu'tal Akhir (Ya'fuwa): Kata يَعْفُوَ berakhiran
huruf ilat Waw.
Jika Rafa',
tandanya Muqaddarah (Yacfuwu - berat).
Namun
saat Naṣb (kemasukan An),
harakat Fathah muncul (Ya'fuwa). Kenapa? Karena
pengucapan fathah pada Waw itu ringan (Khiffah). Ini
beda dengan huruf Alif (seperti Yarḍā) yang
fathahnya tetap tidak tampak.
Kombinasi
"'Afuwwan Ghafūran": Allah menggabungkan dua
sifat ini untuk menunjukkan totalitas pengampunan bagi mereka
yang tidak berhijrah karena uzur.
'Afuww
(عَفُوًّا): Menghapus
dosa sampai ke akar-akarnya (jejaknya hilang).
Ghafūr
(غَفُورًا): Menutupi
aib hamba agar tidak dipermalukan. Ini menenangkan hati kaum
lemah yang mungkin merasa bersalah seumur hidup karena tinggal
di negeri kafir.
Khabar
Berbilang (Ta'addud al-Khabar): Sama seperti ayat 96,
di sini terdapat dua Khabar untuk Kāna. Ini
menegaskan bahwa Allah memiliki sifat pemaaf dan pengampun
secara bersamaan dan sempurna.